BATAM – DPC Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kota Batam tidak setuju dilakukan penurunan tarif angkutan umum paska penurunan harga BBM. Alasannya karena hanya satu komponen saja yang mengalami penurunan harga yakni BBM, sedangkan kom­ponen lainnya seperti sparepart kendaraan tidak me­ngalami penurunan. “BBM itu kan hanya salah satu komponen kendaraan, sedangkan harga spare part tidak turun. Makanya perlu intervensi pemerintah biar harga spare part juga turun,” kata Ketua DPC Organda Kota Batam, Hardi Sam Ha­run, kemarin.

Hardi menjelaskan, belum lama ini telah melakukan rapat dengan Dinas Perhu­bungan Provinsi Kepri, dima­na dalam keputusannya bah­wa penurunan tarif angkutan menjadi kebijakan masing-masing kabupaten/kota. “Dishub Kepri tidak me­ngambil keputusan, tapi dise­rahkan ke kabupaten/kota,” ujarnya. Akan tetapi, sampai saat ini pihaknya belum pernah dipanggil Dinas Perhubungan Kota Batam untuk membahas tarif angkutan tersebut. “Dis­hub Batam diam saja, kita diam juga. Kita belum ada dipanggil sama Dishub,” ung­kap Hardi.

Dia juga menambahkan, kalau pada prinsipnya tidak keberatan jika tarif angkutan turun, asalkan harga spare part juga diturunkan. Sebab jika tarif turun, maka penum­pang akan kembali ramai. Sedangkan kalau tarif naik, penumpang akan menjerit dan lebih memilih untuk membeli sepeda motor. “Kalau bisa pemerintah turunkan harga spare part, kita tidak keberatan dilakukan penurunan tarif biar penum­pang kembali ramai,” tutup­nya.

Sumber: Harian Haluan

Posting Terkait

Tinggalkan Balasan