WONOSARI – Dinas Perhubungan Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Gunungkidul memprediksi penumpang bus saat mudik lebaran di Gunungkidul akan mengalami penurunan sebesar 2 persen hal tersebut lantaran banyaknya fasilitas layanan bus mudik gratis yang disediakan oleh pemerintah.

Kepala bidang Transformasi Dishubkominfo Gunungkidul, Kuncoro Budi Santoso mengatakan penurunan tersebut diprediksi berdasarkan pengalaman tahun lalu. Masyarakat banyak yang memanfaatkan layanan bus gratis sehingga minat untuk menggunakan bus AKAP menjadi menurun.

“Penumpang akan menurun sekitar dua persen, seperti yang terjadi tahun lalu juga seperti itu,” kata dia kepada Harian Jogja, Senin (13/6/2016).

Namun meskipun begitu, pihaknya tetap mengadakan persiapan menjelang mudik lebaran, diantaranya kesiapan beberapa armada. Kuncoro menjelaskan telah berkoordinasi dengan DPC organisasi angkutan darat (organda) Gunungkidul, sebanyak 670 armada dipersiapkan menghadapi para pemudik yang terdiri dari 150 unit AKAP, 400 unit Angkudes, 75 unit AKDP, serta 45 unit Angkot.

Selain dari sisi transportasi, Dishubkominfo dalam menghadapi mudik lebaran juga akan mendirikan posko di beberapa titik wilayah diantaranya yakni posko induk, posko Siyono, posko di terminal Semin, Posko di titik pantai selatan. Selain itu juga akan bekerjasama dengan LPPL yang akan melayani penyiaran terkait dengan informasi kondisi lalu lintas.

Selain itu, untuk mengurai kemacetan yang diprediksi akan terjadi, pihaknya berupaya bersinergi dengan dinas provinsi untuk pengaturan APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) agar menambah jumlah detik pada saat lampu hijau menyala. “Agar tidak terlalu panjang antrean kendaraan,” kata dia.

Sementara itu, sekretaris organda Guningkidul, Wasdiyanto mengungkapkan bahwa saat ini beberapa angkutan pun telah mulai untuk melakukan persiapan jelang arus mudik dan arus balik.

Sumber: Harianjogja.com

Posting Terkait

Tinggalkan Balasan