Agus Andrianto, Ketua DPD Organda Yogyakarta

YOGYAKARTA – Organda DIY akan berhitung ulang tarif angkutan umum dengan turunnya harga solar mulai 5 Januari 2016.  Sebelumnya pemerintah telah memutuskan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk Premium turun 8 persen atau Rp 150 /liter menjadi Rp7.150/liter dan Solar turun 18 persen atau Rp 750 /liter menjadi Rp 5.950/liter. “Kami masih belum menentukan sikap apakah akan ikut menurunkan tarif angkutan umum atau tidak, yang jelas jika harga solar turun drastis biasanya pemerintah meminta tarif angkutan ikut menyesuaikan. Kami sedang berhitung ulang karena komponen tarif tidak hanya dari bahan bakar minyak (BBM) semata,” papar Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Organda DIY, Agus Andriyanto kepada KRjogja.com, Senin (4/1/2015).

Agus menyampaikan komponen tarif angkutan umum tidak hanya BBM saja, ada suku cadang (sparepart), oli dan partisi-partisi lainnya yang masih tergantung dengan dolar AS masuh tinggi. Pihaknya masih akan berhitung dan menyesuaikan kondisi saat ini dengan indikator dolar AS yang belum kunjung turun. “Akibat tingginya dolar AS, harga suku cadang kedaraan seperti ganti harga jadi kita masih adakan evaluasi terlebih dahulu. Apabila sudah digodog nantinya akan kami sampaikan secara resmi apabila memang harus merevisi tarif angkutan umum,” kata Agus.

Pemilik PO Langen Mulyo ini mengaku sampai saat ini terus melakukan perhitungan. Pihaknya juga harus melihat secara detil seluruh komponen tarif angkutan umum mengingat tidak mudah sewaktu-waktu menurunkan tarif tersebut.  PT Pertamina (Persero) juga akan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi pada 5 Januari 2015. Penurunan harga BBM non-subsidi ini berbarengan juga dengan penurunan harga BBM jenis Premium dan Solar sekitar Rp 200 hingga Rp 300/liter. Harga Pertalite turun Rp 250 /liter dari Rp 8.200 menjadi Rp 7.950/ liter. Untuk Pertamax, Pertamina akan menurunkannya sebesar Rp 200/liter dari Rp 8.650 menjadi Rp 8.450/liter.

Sumber: Krjogja.com

Kembali ke program

Posting Terkait

Tinggalkan Balasan